Rabu, Juni 23

Ahadits Matsnavi

Kitab yang disusun oleh Badiozzaman Forouzanfar (1904-1970) merupakan kitab induk bagi para pengkaji Rumi yang sangat berharga. Melalui kitab inilah, para peneliti Rumi hari ini dapat menyusuri pesan-pesan baginda Nabi Muhammad yang bertebaran dalam ribuan puisi Rumi.

Ide mengumpulkan hadits-hadits dalam kitab Matsnawi memang sebuah upaya luar biasa. Terlebih, di tahun lima puluhan, ketika dunia belum mengenal teknologi informasi yang sangat memudahkan seperti hari ini. Forouzanfar menghabiskan siang dan malam, bergelut dengan tumpukan buku untuk meneliti satu demi satu berbagai ucapan Nabi Muhammad Saw yang dikutip oleh Rumi. Bayangkan! Ada lebih dari 500 hadits yang harus ditelusuri sumber aslinya.

Dalam pengantar kitabnya, Forouzanfar membocorkan kisah awal penulisan kitab ini. Setiap kali ia membaca syair-syair Rumi dalam Matsnawi dan menjumpai kata-kata گفت پیغمبر (Nabi Berkata) atau مصطفی فرمود (Mustafa Bersabda), selalu ada rasa penasaran untuk melihat langsung teks asli hadits tersebut.

kehebatan kitab Ahadits Matsnawi mampu mengawinkan dua ranah yang terlihat saling bersebarangan, ilmu hadits dan sastra. Pada satu sisi, menunjukkan bahwa puisi-puisi Rumi dipengaruhi kuat oleh literatur klasik Islam, yaitu Al-quran dan Hadits Nabi. Di sisi lain juga, masuknya khazanah Islam ini menambah kekayaan kesusastraan Persia.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *