Kamis, September 16

Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta

ای طایران قدس را عشقت فزوده بال‌ها**  در حلقه سودای تو روحانیان را حال‌ها

Duhai Engkau yang dengan segenap cinta memberi sayap pada pejalan

Dalam eleksir cintaMu, mereka mereguk cawan spiritual

در لا احب الآفلین پاکی ز صورت‌ها یقین**  در دیده‌های غیب بین هر دم ز تو تمثال‌ها

Sungguh aku tak ingin memberhalakanMu, karena kuyakin Engkau terlalu agung 

dari segala bentuk 

Namun, dengan mata hatiku kusaksikan manifestasimu mewujud di setiap waktu

افلاک از تو سرنگون خاک از تو چون دریای خون**  ماهت نخوانم ای فزون از ماه‌ها و سال‌ها

Semesta akan sirna dan tanah menjadi darah karena keagunganMu

Engkau yang tak dapat ditamsilkan dengan rembulan dan tak berdimensi

کوه از غمت بشکافته وان غم به دل درتافته**  یک قطره خونی یافته از فضلت این افضال‌ها

Gunung terbelah dan menyemburkan isinya karena kerinduan padaMu 

Segumpal darah menjelma manusia sempurna berkat karuniaMu

ای سروران را تو سند بشمار ما را زان عدد**  دانی سران را هم بود اندر تبع دنبال‌ها

Duhai kekasih, tempat sandaran para Aulia! Gabungkanlah kami dalam kafilahnya

Sebagaimana Engkau tahu, setiap penghulu selalu dikelilingi para pengikutnya

سازی ز خاکی سیدی بر وی فرشته حاسدی ** با نقد تو جان کاسدی پامال گشته مال‌ها

Engkau jadikan Adam yang tercipta dari tanah sebagai khalifah, 

hingga iblis pun memendam cemburu

Namun, dengan segala kebenciannya, iblis tak berkutik di hadapanMu, 

dan segala kuasa tak berdaya di altarMu

آن کو تو باشی بال او ای رفعت و اجلال او** آن کو چنین شد حال او بر روی دارد خال‌ها

Duhai engkau yang terbang dengan sayapNya, betapa tinggi dan mulia

Manusia yang demikian, memiliki kedudukan istimewa

گیرم که خارم خار بد خار از پی گل می‌زهد**  صراف زر هم می‌نهد جو بر سر مثقال‌ها

Jika aku hanya duri yang tak berharga, namun duri itu tumbuh bersama bunga

Seperti tukang emas yang tetap menggunakan sebiji gandum untuk menakar kadar emas

فکری بدست افعال‌ها خاکی بدست این مال‌ها   **  قالی بدست این حال‌ها حالی بدست این قال‌ها

Setiap tindakan berawal dari pikiran, seperti halnya barang berharga berasal dari galian

Kenikmatan spiritual bermula dari lisan, begitu juga ucapan yang baik berangkat dari spiritualitas yang dalam

آغاز عالم غلغله پایان عالم زلزله**   عشقی و شکری با گله آرام با زلزال‌ها

Dunia bermula dari cinta dan akan berakhir dengan bencana

Namun cinta dan rasa syukur mendamaikan kepedihan dan guncangan

Ghazal kedua Divan-e Smas terdiri dari 17 bait, di sini kami hanya menampilkan 10 bait pertama. Syair ini diterjemahkan oleh Afifah Ahmad, jika ingin mengambil sebagian atau seluruhnya, harap meminta izin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *