Senin, Januari 17

Penulis: Ngaji Rumi

Acara Di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
Galeri, Info

Acara Di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung

Sumber Berita: https://fah.uinsgd.ac.id/syair-sufi-menyejukkan-hati/ Afifah Ahmad memandang bahwa sastra itu menjadi filar peradaban. Sastra sufistik saat ibi sangat dibutuhkan oleh masyarakat modern, termasuk masyarakat barat,  untuk menyeimbangkan kehidupan dari arus materialistik. “Kalau kita kaji secara mendalam, baik secara historis maupun filosofis terhadap naskah sastra klasik, ternyata sastra dan tasawuf bertemu pada ranah intuisi,” ujarnya. Menurut pemahaman tasawuf, apa yang ada di alam ini adalah manifestasi keidahan dan kasih sayang Tuhan. Afifah, yang  “mengaji” karya sastra Jalaluddin al-Rumi, menemukan banyak inspirasi .  Syair Rumi banyak mengambil inspirasi dari kitab klasik keagamaan, terutama Quran dan Hadits, syair Rumi lahir dari pengalaman batin terdalam, d...
Review Ngaji Rumi: Perempuan dan Tuhan yang tak Lagi Berjarak
Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi: Perempuan dan Tuhan yang tak Lagi Berjarak

Dokumentasi Pribadi Maria Fauzi Ramadhan ini saya sedang berniat mengkhatamkan beberapa buku. Sebagian sudah khatam, sebagian yang lain masih otewe. Eh tapi jangan terlalu berbaik sangka dulu,  saya juga sedang mengkhatamkan Vincenzo. Apalagi kalo nontonnya siang² gitu, adem rasanya hehehe... Syukurlah, di penghujung Ramadhan ini saya bisa mengkhatamkan tiga buku, salah satunya adalah catatan tentang sufi agung yang namanya melalang buana di seluruh penjuru dunia, Jalaluddin Rumi.  Rumi memanglah populer, namanya menjadi perbincangan masyarakat dunia tak lekang identitas, baik di masyarakat Barat (Amerika, Eropa dan sekitarnya) dan juga di Timur.  Membicarakan syair syair Rumi adalah membicarakan tentang konsep tunggalnya, tentang cinta. Bukan, bukan hanya c...
Tasawuf, Beragama dengan Jendela Estetika
Telaah

Tasawuf, Beragama dengan Jendela Estetika

Akhir tahun 2021 saya diminta untuk mengisi seminar di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung tentang Sastra Sufistik. Waktu itu, saya hanya berfokus pada satu model, yaitu karya sastra sufistik Jalaluddin Rumi. Setelah selesai acara itu, saya mulai mengembangkan dan menyusuri lebih jauh literatur yang mengarah pada sastra sufistik. Saya kembali terpikat pada nama Mohammad-Reza Shafiei Kadkani, walaupun sebelumnya sedikit banyak sudah berkenalan dengan beberapa karyanya.  Bagi saya, Shafiei Kadkani mewakili sosok yang selama ini saya cari sebagai referensi di ranah Sastra Sufistik. Ia sendiri dikenal sebagai sastrawan dan sampai sekarang masih mengajar di Univ Teheran. Namun masa remajanya ia habiskan untuk mempelajari kitab-kitab klasik keagamaan, dari ilmu-ilmu alat sampai ...
Musik dan Batin Semesta
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Musik dan Batin Semesta

Membaca kitab Matsnawi Rumi selalu saja menemukan pesan yang segar. Seperti hari-hari ini, saat saya membaca bait ke 733 dan 734 Matsnawi Rumi. Di dalam puisi itu dijelaskan bagaimana keterhubungan antara kita dengan batin semesta. Sebagaimana pendapat para filsuf klasik Yunani (seperti penemuan Pythagoras), Rumi memercayai lahirnya nada-nada musik awal terinspirasi dari pergerakan bintang. Bahkan, lebih jauh Rumi meyakini bahwa suara yang keluar dari berbagai alat musik pada hakikatnya merupakan cerminan atau pantulan dari simfoni batin semesta.  Barangkali, filosofi inilah yang mendorong Rumi melahirkan metode “Sama” atau Whirling. Rumi sebenarnya ingin menyamakan frekuensi antara gerak dan bunyi yang ada dalam diri kita dengan batin semesta. Karena sebagaimana disebu...
Review Buku: Rumi, Syair Cinta untuk Semesta
Buku, Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Buku: Rumi, Syair Cinta untuk Semesta

Saat menerima kiriman buku ini, tak perlu menunggu lama untuk menyantap isi bukunya. Mulai dari covernya hingga halaman pertama terus menyeret saya untuk menelusuri isinya, dan mencari ulasan (pengantar) penulisnya tentang buku ini. Tulisan Afifah Ahmad dalam beberapa waktu ini telah mempengaruhi pikiran saya, bagaimana ia membawa pembacanya untuk menikmati makna dari setiap kalimat yang diungkapkannya. Dan buku ini salah satunya yang menjadi target saya untuk bisa membaca secepatnya. Afifah Ahmad yang saat ini bermukim di negeri para Mullah, telah mengantarnya bersinggungan langsung dengan teks-teks asli syair-syair Rumi dalam Bahasa Persia. Sehingga, semakin membuat buku ini demikian menarik, kajian yang bersumber dari mata air langsung kemudian diulas dengan bahasa yang lebih...
Pengaruh Quran dalam Syair Hafez
Hafez, Sastrawan Sufistik

Pengaruh Quran dalam Syair Hafez

صبح خیزی و سلامت طلبی چون حافظ هر چه کردم همه از دولت قرآن هستم Hafez selalu mendamba fajar dan keselamatan Apa yang kulakukan, seluruhnya terinspirasi dari Quran (Divan-e Hafez, Ghazal 319) Akhir Februari 2011, hujan baru saja reda setelah mengguyur pelataran kompleks penyair Hafez. Terlihat sebuah keluarga berdiri di samping pusara Hafez sambil merapal doa-doa dengan khidmat. Bagi masyarakat Iran, Hafez tak hanya seorang penyair biasa, ia adalah ruh kebudayaan yang selalu membersamai dalam perayaan-perayaan penting, seperti malam Yalda dan Nowrooz atau tahun baru. Divan-e Hafez, buku kumpulan syair-syair Hafez bisa ditemui hampir di setiap rumah. Bahkan, mereka juga menggunakan Divan-e Hafez untuk istikharah. Siapakah sebenarnya Hafez yang namanya begitu...
Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi
Buku, Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi

“Ngaji Rumi”, sangat jelas bahwa buku karya Afifah Ahmad ini menjadikan Jalaluddin Rumi sebagai objek bahasannya, mulai dari biografi hingga syair-syairnya. Tentu bukan hal mudah untuk bisa menerjemahkan bahkan menafsirkan syair-syair Rumi dari bahasa aslinya, Persia. Pasalnya, tantangan terberat dari menerjemahkan karya sastra adalah sering kali sulit menemukan padanan kata yang sesuai dari bahasa aslinya. Terlebih, karya sastra penuh dengan kalimat metafora, yang kandungan maknanya bisa berarti banyak. Tanpa harus menjadi ahli sastra, siapapun tak bisa menyangkal bahwa Rumi adalah sosok penyair sekaligus sufi legendaris. Meski sudah berlalu 8 abad lebih sejak masa hidupnya, ketenarannya justru makin meluas dan syairnya tak pernah habis untuk dikaji serta dikutip. Coba ...
Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi
Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi

Sejujurnya, saat membaca buku ini hingga khatam, energi positif menyeruak dalam relung jiwa yang terdalam. Hidup ini indah asalkan disertai dengan cinta. Itulah kira-kira pesan utama yang hendak disampaikan buku ini. Saya termasuk kolektor karya-karya Jalaluddin Rumi dalam berbagai bahasa, Arab dan Inggris. Namun, saya sangat sulit untuk memahami Rumi, karena pesan-pesannya yang membutuhkan kejernihan dan kebeningan jiwa untuk memahaminya. Afifah Ahmad dalam buku ini berhasil menjelaskan gagasan Rumi yang dikenal susah itu menjadi renyah, sehingga kita dapat memahami puisi-puisi Rumi secara utuh. Inilah kelebihan utama dari buku yang ditulis oleh aktivis Gus Durian yang sekarang tinggal di Teheran ini. Di tengah hiruk-pikuk nalar fikih yang cenderung hitam-putih, saatnya kita "h...
Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan

در دو جهان لطیف و خوش همچو امیر ما کجا  **  ابروی او گره نشد گر چه که دید صد خطا Di dua dunia ini, adakah yang lebih indah dan penyayang dari-Nya, duhai Amir-ku Ratusan khilaf dan dosa yang kuperbuat, tak membuat-Nya kecewa dan marah چشم گشا و رو نگر جرم بیار و خو نگر **  خوی چو آب جو نگر جمله طراوت و صفا Bukalah mata hatimu dan rasakan cinta-Nya, saat kau khilaf bagaimana Ia mendekapmu Ia yang mengampuni dosa-dosa hambanya, laksana mata air yang jernih dan sejuk من ز سلام گرم او آب شدم ز شرم او **   وز سخنان نرم او آب شوند سنگ‌ها Kehangatan sapaan-Nya telah membuat-ku begitu malu dan tak berdaya Andai aku batu mungkin akan melunak karena kelembutan tutur-Nya زهر به پیش او ببر تا کندش به از شکر &n...