Kamis, Juni 24

Penulis: Ngaji Rumi

Menapaki Jalan Cinta Bersama Rumi
Resensi Ngaji Rumi

Menapaki Jalan Cinta Bersama Rumi

Oleh Ulumuddin (Pascasarjana UIN Yogyakarta) Saya cukup beruntung menjemput buku ini secara langsung dari Achmad Fathurrahman, orang yang terlibat langsung dalam proses penerbitannya. Momen ini saya manfaatkan untuk bertanya alasan dia berani menerbitkan buku ini. Ia tanpa ragu menjawab, “Ini adalah buku langka tentang tasawuf yang menjelaskan puisi-puisi Rumi dengan merujuk pada sumber aslinya yakni bahasa Persia.” Sebagaimana diketahui, Rumi menuliskan puisi-puisi dalam Matsnawinya menggunakan bahasa Persia. Sementara, karya-karya sebelumnya tentang Rumi umumnya mengacu pada sumber berbahasa Arab atau Inggris. Penguasaan Afifah Ahmad sebagai penulis terhadap bahasa Persia menjadi poin istimewa dalam buku ini. Dengan demikian, referensi yang digunakannya sangat otoritatif....
Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad
Resensi Ngaji Rumi

Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad

Oleh: Dr. Dina Y. Sulaeman, Direktur Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES) Saya perlu menyatakan di awal, saya bukan ahli sastra, pun bukan penikmat sastra sejati. Saya lebih menikmati buku-buku politik dibanding puisi. Jadi ini adalah catatan ringan, apa yang terlintas di pikiran setelah membaca buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik” karya Afifah Ahmad yang baru saja diterbitkan oleh penerbit Afkaruna. Kutipan-kutipan kata-kata Rumi sangat dikenal publik. Saya juga kalau sedang ingin “gaya-gayaan,” menyelipkan sebait kata-kata Rumi dalam tulisan saya. Caranya sederhana, buka google, lalu ketik “Rumi quotation” dan keluarlah berbagai artikel semacam, “215 Rumi Quotes on Life, Love and Strength That Will Inspire You.” Tapi kali ini sebuah buku tentang...
Abu Said Abul Khair: Karomah Sesungguhnya adalah Berkhidmat pada Sesama
Abu Said, Sastrawan Sufistik

Abu Said Abul Khair: Karomah Sesungguhnya adalah Berkhidmat pada Sesama

Ada banyak orang yang kurang tertarik mengkaji tasawuf dengan alasan, kita sekarang ini mesti berpikir masa depan dan peradaban yang lebih maju, tasawuf itu seolah membawa kita pada kelambanan. Benarkah begitu?Dari perjalanan saya, mengintip sedikit pemikiran dan ide-ide dasar para tokoh sufi, saya justru melihat sebaliknya. Pemikiran mereka itu ibaratnya tambang yang tidak lengkung oleh waktu. Kita hanya perlu menggalinya lebih dalam lagi dan mengelaborasi dengan situasi hari ini. Apakah itu mungkin? Kalau saya pribadi optimis. Adalah Syafi’i Kadkani, salah seorang yang membuka pikiran saya ke arah sana. Ia seorang adib, penyair, sekaligus pengkaji syair-syair sufistik klasik. Selain menulis banyak buku kumpulan puisi miliknya sendiri, ia juga menghadirkan kembali karya-karya toko...
Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud

Lukisan Farshician tentang Burung Simorgh yang melambangkan cinta Ghazal kelima kitab "Divan-e Shams" terdiri dari 13 bait, dalam postingan kali ini hanya memuat enam bait pertama. آن شکل بین وان شیوه بین وان قد و خد و دست و پا **  آن رنگ بین وان هنگ بین وان ماه بدر اندر قبا Lihatlah pada bentuk dan rupa, pada tubuh dan wajah, tangan dan kaki Perhatikan warna dan ukuran, pandanglah bulan yang bersembunyi di balik jubah از سرو گویم یا چمن از لاله گویم یا سمن **  از شمع گویم یا لگن یا رقص گل پیش صبا Bagaimana kulukiskan keteduhan pohon rindang atau hijaunya rerumputan, keindahan bunga tulip atau (putihnya) melati Bagaimana kujelaskan kesyahduan lilin bersama cawan atau hembusan angin yang menggerakkan bunga ای عشق چون آتشکده در نق...
Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi
Sanai, Sastrawan Sufistik

Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi

Di Indonesia, nama Hakim Sanai barangkali tidak sepopuler Rumi maupun Athar. Tapi siapa sangka ia begitu kuat memberikan pengaruh pada dua tokoh besar ini. Di kalangan sastrawan Persia, Sanai dikenal sebagai bapak penyair sufistik. Meski sebelumnya telah banyak sufi yang melantunkan pujian kepada Tuhan dengan syair, namun Sanailah yang pertama kali memberikan kerangka dan warna sufistik dalam syair-syair Persia. Jika qasidah, matsnawi, dan ghazal hari ini menemukan bentuknya, salah satunya karena peran Sanai. Hakim Sanai yang memiliki nama lengkap Abul-Majid Majdud bin Adam Ghaznavi lahir di bulan Ordibehest pada penanggalan Persia atau sekitar bulan Mei tahun 1080 Masehi di kota Ghazni, sebuah kawasan di timur Afganistan yang pernah menjadi ...
Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta

Lukisan Farshician tentang Keindahan Semesta ای طایران قدس را عشقت فزوده بال‌ها**  در حلقه سودای تو روحانیان را حال‌ها Duhai Engkau yang dengan segenap cinta memberi sayap pada pejalan Dalam eleksir cintaMu, mereka mereguk cawan spiritual در لا احب الآفلین پاکی ز صورت‌ها یقین**  در دیده‌های غیب بین هر دم ز تو تمثال‌ها Sungguh aku tak ingin memberhalakanMu, karena kuyakin Engkau terlalu agung  dari segala bentuk  Namun, dengan mata hatiku kusaksikan manifestasimu mewujud di setiap waktu افلاک از تو سرنگون خاک از تو چون دریای خون**  ماهت نخوانم ای فزون از ماه‌ها و سال‌ها Semesta akan sirna dan tanah menjadi darah karena keagunganMu Engkau yang tak dapat ditamsilkan dengan rembulan dan tak berdimensi ...
Ruh Al-Masnavi
Buku, Buku Klasik

Ruh Al-Masnavi

Ruh al-Masnavi adalah sebuah karya yang ditulis oleh Ismail Hakki Bursawi untuk mengomentari karya monumental Mevlana Jalaluddin Rumi yang berjudul Masnavi. Seperti banyak karya tafsir Masnavi lainnya, Bursawi tidak memberi komentar secara utuh seluruh bait dari Masnavi melainkan hanya pada jilid pertama, yang kurang lebih berjumlah 748 bait (738 bait versi R.A. Nicholson).  Dalam pengantar karyanya, Bursawi menceritakan bahwa penulisan kitab ini dilatarbelakangi oleh permintaan salah seorang kawannya. Namun, ia segera menolak dengan alasan bahwa dirinya merasa tidak pantas untuk mengomentari karya sebesar Manavi. Tidak lama kemudian, Bursawi didatangi oleh Mevlana dalam mimpinya. Melalui pertemuan itu, Mevlana menyerahkan sebuah buku, ya...
Ghazal Pertama: Hakikat Cinta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Pertama: Hakikat Cinta

Lukisan Farshician yang Berjudul Taali, maksudnya manusia dapat menggapai hakikat cinta Ilahi ای رستخیز ناگهان وی رحمت بی‌منتها   **   ای آتشی افروخته در بیشه اندیشه‌ها Duhai kekasih yang muncul tiba-tiba, yang rahmatnya tiada tara Wahai yang menyalakan pijar api cinta dalam belantara pemikiran امروز خندان آمدی مفتاح زندان آمدی  **   بر مستمندان آمدی چون بخشش و فضل خدا Hari ini, dengan kelembutanmu kau datang dan bawakan kunci pembuka belenggu diri Dengan karunia dan kasih sayang Tuhan, kau tuntun para pencari jalan kesempurnaan خورشید را حاجب تویی اومید را واجب تویی**  مطلب تویی طالب تویی هم منتها هم مبتدا Engkaulah pantulan matahari dan manifestasi segala asa Kaulah awal dan akhir seg...