Kamis, April 25

Penulis: Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi
Buku, Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi

“Ngaji Rumi”, sangat jelas bahwa buku karya Afifah Ahmad ini menjadikan Jalaluddin Rumi sebagai objek bahasannya, mulai dari biografi hingga syair-syairnya. Tentu bukan hal mudah untuk bisa menerjemahkan bahkan menafsirkan syair-syair Rumi dari bahasa aslinya, Persia. Pasalnya, tantangan terberat dari menerjemahkan karya sastra adalah sering kali sulit menemukan padanan kata yang sesuai dari bahasa aslinya. Terlebih, karya sastra penuh dengan kalimat metafora, yang kandungan maknanya bisa berarti banyak. Tanpa harus menjadi ahli sastra, siapapun tak bisa menyangkal bahwa Rumi adalah sosok penyair sekaligus sufi legendaris. Meski sudah berlalu 8 abad lebih sejak masa hidupnya, ketenarannya justru makin meluas dan syairnya tak pernah habis untuk dikaji serta dikutip. Coba ...
Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi
Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi

Sejujurnya, saat membaca buku ini hingga khatam, energi positif menyeruak dalam relung jiwa yang terdalam. Hidup ini indah asalkan disertai dengan cinta. Itulah kira-kira pesan utama yang hendak disampaikan buku ini. Saya termasuk kolektor karya-karya Jalaluddin Rumi dalam berbagai bahasa, Arab dan Inggris. Namun, saya sangat sulit untuk memahami Rumi, karena pesan-pesannya yang membutuhkan kejernihan dan kebeningan jiwa untuk memahaminya. Afifah Ahmad dalam buku ini berhasil menjelaskan gagasan Rumi yang dikenal susah itu menjadi renyah, sehingga kita dapat memahami puisi-puisi Rumi secara utuh. Inilah kelebihan utama dari buku yang ditulis oleh aktivis Gus Durian yang sekarang tinggal di Teheran ini. Di tengah hiruk-pikuk nalar fikih yang cenderung hitam-putih, saatnya kita "h...
Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan

در دو جهان لطیف و خوش همچو امیر ما کجا  **  ابروی او گره نشد گر چه که دید صد خطا Di dua dunia ini, adakah yang lebih indah dan penyayang dari-Nya, duhai Amir-ku Ratusan khilaf dan dosa yang kuperbuat, tak membuat-Nya kecewa dan marah چشم گشا و رو نگر جرم بیار و خو نگر **  خوی چو آب جو نگر جمله طراوت و صفا Bukalah mata hatimu dan rasakan cinta-Nya, saat kau khilaf bagaimana Ia mendekapmu Ia yang mengampuni dosa-dosa hambanya, laksana mata air yang jernih dan sejuk من ز سلام گرم او آب شدم ز شرم او **   وز سخنان نرم او آب شوند سنگ‌ها Kehangatan sapaan-Nya telah membuat-ku begitu malu dan tak berdaya Andai aku batu mungkin akan melunak karena kelembutan tutur-Nya زهر به پیش او ببر تا کندش به از شکر &n...
Review Ngaji Rumi di Koran Tehran Times
Galeri, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi di Koran Tehran Times

TEHRAN – A book on Persian mystic and poet Molana Jalal ad-Din Rumi’s thoughts on women and gender equality has been published in Indonesian. “Rumi’s Book of Love and Sufistic Verses” written by Afifah Ahmad was released by Afkaruna, an Indonesian interdisciplinary journal of Islamic studies, the Iranian Cultural office in Jakarta announced on Saturday. “This book is full of spiritual and intellectual knowledge from a great world legend, Molana Jalal ad-Din Rumi,” the publisher has said. Afifah Ahmad is one of the few Indonesian women who is able to write about Rumi in Indonesian well and captivatingly. The book focuses on the beauty of love and humanity and its dimensions, also mining Rumi’s thoughts on women and gender equality. The publisher has also called on reader...
Review Ngaji Rumi oleh Budhy Munawar Rachman
Buku, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi oleh Budhy Munawar Rachman

Judul Buku: Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-ayat Sufistik Penulis: Afifah Ahmad Penerbit: Afkaruna, April 2021 Tebal: 228 halaman Hari ini saya membaca lagi Rumi. Saya membaca buku barunya Afifah Ahmad,  yang keren, yakni “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik”. Setelah mengajar 3 semester dalam kelas yang berbeda-beda tentang filsafat Rumi di STF Driyarkara dan STFT Jakarta, saya semakin yakin, Rumi bisa menjadi guru spiritual dalam menjalani dan memaknai hari-hari kehidupan kita. Maulana Jalaluddin Rumi dikenal sebagai seorang pujangga cinta. Rumi adalah salah satu tokoh yang sangat populer di dunia Islam. Melalui puisi dan syair dia mengungkapkan dengan segala kekaguman diri akan hakikat cinta. Syair dan puisinya dapat menghangatkan hati yang terluka, ...
Menapaki Jalan Cinta Bersama Rumi
Resensi Ngaji Rumi

Menapaki Jalan Cinta Bersama Rumi

Oleh Ulumuddin (Pascasarjana UIN Yogyakarta) Saya cukup beruntung menjemput buku ini secara langsung dari Achmad Fathurrahman, orang yang terlibat langsung dalam proses penerbitannya. Momen ini saya manfaatkan untuk bertanya alasan dia berani menerbitkan buku ini. Ia tanpa ragu menjawab, “Ini adalah buku langka tentang tasawuf yang menjelaskan puisi-puisi Rumi dengan merujuk pada sumber aslinya yakni bahasa Persia.” Sebagaimana diketahui, Rumi menuliskan puisi-puisi dalam Matsnawinya menggunakan bahasa Persia. Sementara, karya-karya sebelumnya tentang Rumi umumnya mengacu pada sumber berbahasa Arab atau Inggris. Penguasaan Afifah Ahmad sebagai penulis terhadap bahasa Persia menjadi poin istimewa dalam buku ini. Dengan demikian, referensi yang digunakannya sangat otoritatif....
Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad
Resensi Ngaji Rumi

Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad

Oleh: Dr. Dina Y. Sulaeman, Direktur Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES) Saya perlu menyatakan di awal, saya bukan ahli sastra, pun bukan penikmat sastra sejati. Saya lebih menikmati buku-buku politik dibanding puisi. Jadi ini adalah catatan ringan, apa yang terlintas di pikiran setelah membaca buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik” karya Afifah Ahmad yang baru saja diterbitkan oleh penerbit Afkaruna. Kutipan-kutipan kata-kata Rumi sangat dikenal publik. Saya juga kalau sedang ingin “gaya-gayaan,” menyelipkan sebait kata-kata Rumi dalam tulisan saya. Caranya sederhana, buka google, lalu ketik “Rumi quotation” dan keluarlah berbagai artikel semacam, “215 Rumi Quotes on Life, Love and Strength That Will Inspire You.” Tapi kali ini sebuah buku tentang...
Abu Said Abul Khair: Karomah Sesungguhnya adalah Berkhidmat pada Sesama
Abu Said, Sastrawan Sufistik

Abu Said Abul Khair: Karomah Sesungguhnya adalah Berkhidmat pada Sesama

Ada banyak orang yang kurang tertarik mengkaji tasawuf dengan alasan, kita sekarang ini mesti berpikir masa depan dan peradaban yang lebih maju, tasawuf itu seolah membawa kita pada kelambanan. Benarkah begitu?Dari perjalanan saya, mengintip sedikit pemikiran dan ide-ide dasar para tokoh sufi, saya justru melihat sebaliknya. Pemikiran mereka itu ibaratnya tambang yang tidak lengkung oleh waktu. Kita hanya perlu menggalinya lebih dalam lagi dan mengelaborasi dengan situasi hari ini. Apakah itu mungkin? Kalau saya pribadi optimis. Adalah Syafi’i Kadkani, salah seorang yang membuka pikiran saya ke arah sana. Ia seorang adib, penyair, sekaligus pengkaji syair-syair sufistik klasik. Selain menulis banyak buku kumpulan puisi miliknya sendiri, ia juga menghadirkan kembali karya-karya toko...