Kamis, Juni 30

Resensi Ngaji Rumi

Review Buku Ngaji Rumi oleh Novelis
Buku, Buku Kontemporer, Info, Ngaji, Resensi Ngaji Rumi

Review Buku Ngaji Rumi oleh Novelis

Siapa yang tidak kenal tokoh melegenda bernama Jalaluddin Rumi. Adalah penyair sufi dari Balkh yang karya-karyanya begitu membumi. Selalu dijadikan rujukan dan dikaji tidak hanya oleh para ulama, tapi juga seluruh manusia di dunia.  Berbincang tentang Rumi, sama saja berbincang tentang cinta. Sebab karya-karya Rumi memang identik membahas tentang cinta. Cinta yang sebenarnya. Cinta pada kekasih sejati yakni Sang Maha Pemberi.  Contoh kecil syair Rumi tentang konsep cinta: "Dengarkan bagaimana kisah seruling ini, yang mengaduh rindu karena keterpisahannya." Menurut Jalaluddin Rumi, suara syahdu yang mengalun dari seruling, adalah nyanyian kerinduan sepotong bambu yang terpisah dari rumpunnya. Rumi memaknai filosofi bambu ini sebagai perjalanan hidup manu...
Review Ngaji Rumi dari Ketua LSF
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi dari Ketua LSF

Ini buku yang sangat luar biasa. Penulisnya memoles suasana kebatinan pembacanya untuk menelusuri Rumi, dengan melumuri  bingkai dan tafsir tematik atas karya-karya Rumi. Pandangan Rumi diurai dalam babakan Konsep Cinta dan Manusia, Etika Sosial, Toleransi, Perdamaian dan Beribadah dengan Gembira. Dan ada satu tema yang sangat kontekstual serta kekinian, yakni Perempuan dan Kesetaraan.  Di bab Perempuan dan Kesetaraan (halaman 61), penulis menyajikan:  Perempuan adalah pantulan cahaya Ilahi, bukan hanya yang dicintai.  Tidak, konon dia bukan makhluk biasa, dia bahkan pencipta.  (Rumi, Matsnawi Jilid 1, bait 2436) Para pengkaji Rumi menyebut, inilah puisi yg menggambarkan puncak tertinggi penghormatan Rumi kepada perempuan. Rumi melihat begitu pe...
Resensi Ngaji Rumi: Cinta sebagai Jalan menuju Kebahagiaan
Buku Kontemporer, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi: Cinta sebagai Jalan menuju Kebahagiaan

Saya cukup beruntung menjemput buku ini secara langsung dari Achmad Fathurrahman, orang yang terlibat langsung dalam proses penerbitannya. Momen ini saya manfaatkan untuk bertanya alasan dia berani menerbitkan buku ini. Ia tanpa ragu menjawab, “Ini adalah buku langka tentang tasawuf yang menjelaskan puisi-puisi Rumi dengan merujuk pada sumber aslinya yakni bahasa Persia.”  Sebagaimana diketahui, Rumi menuliskan puisi-puisi dalam Matsnawinya menggunakan bahasa Persia. Sementara, karya-karya sebelumnya tentang Rumi umumnya mengacu pada sumber berbahasa Arab atau Inggris. Penguasaan Afifah Ahmad sebagai penulis terhadap bahasa Persia menjadi poin istimewa dalam buku ini. Dengan demikian, referensi yang digunakannya sangat otoritatif. Di tangan Afifah, puisi-puisi Rumi menemuka...
Resensi Buku: Rumi, Persia, dan Tradisi Ngaji
Buku, Buku Kontemporer, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Buku: Rumi, Persia, dan Tradisi Ngaji

Sumber: https://iqra.id/rumi-persia-dan-tradisi-ngaji-235669/ Bait-bait syair cinta Jalaluddin Rumi (Rumi) kini sepertinya tidak lagi bagai kisah seruling yang terpisah. Ia yang pada awalnya ditulis lewat bahasa Persia sekarang sudah bisa dinikmati lewat karya Afifah Ahmad berjudul Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik. Arkian, buku ini telah menghadirkan pengalaman baru bagi siapapun yang ingin mengaji, mengkaji, atau sekadar menikmati keindahan bahasa atau bahasa keindahan dari Rumi. Lebih dari itu, Afifah Ahmad juga menyajikan syair-syair Rumi berkelindan dengan berbagai persoalan hari ini dengan bahasa yang renyah dan lugas. Tidak berlebihan jika kemudian banyak tokoh yang memberikan apresiasi luar biasa terhadap buku ini, seperti dari KH. Ulil Absar Abdalla, ...
Resensi Ngaji Rumi Oleh Redaktur Mubadalah.id
Buku, Buku Kontemporer, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi Oleh Redaktur Mubadalah.id

Cinta Sufistik Rumi sebagai Jalan Pembebasan bagi Perempuan Dalam sejarahnya perempuan mengalami proses penindasan dan peniadaan secara struktur serta massif. Sebagaimana yang dituturkan Dr. Nur Rofiah dalam beberapa kali kesempatan Ngaji KGI secara online maupun offline, yang pernah saya ikuti. Bahwa sejarah peradaban manusia diwarnai dengan cara pandang yang mendudukkan perempuan sebagai objek dalam sistem kehidupan. Selama berabad-abad perempuan dipandang milik mutlak laki-laki, yakni ayah/suami/anak/kerabat laki-lakinnya, yang bisa dijual, dihadiahkan, diwariskan, dan dieksploitasi secara seksual ataupun lainnya. Namun hal berbeda saya rasakan ketika membaca bait-bait syair cinta sufistik Rumi, yang saya temui dalam beberapa tulisan Afifah Ahmad di media, dan buku ...
Review Ngaji Rumi: Perempuan dan Tuhan yang tak Lagi Berjarak
Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi: Perempuan dan Tuhan yang tak Lagi Berjarak

Dokumentasi Pribadi Maria Fauzi Ramadhan ini saya sedang berniat mengkhatamkan beberapa buku. Sebagian sudah khatam, sebagian yang lain masih otewe. Eh tapi jangan terlalu berbaik sangka dulu,  saya juga sedang mengkhatamkan Vincenzo. Apalagi kalo nontonnya siang² gitu, adem rasanya hehehe... Syukurlah, di penghujung Ramadhan ini saya bisa mengkhatamkan tiga buku, salah satunya adalah catatan tentang sufi agung yang namanya melalang buana di seluruh penjuru dunia, Jalaluddin Rumi.  Rumi memanglah populer, namanya menjadi perbincangan masyarakat dunia tak lekang identitas, baik di masyarakat Barat (Amerika, Eropa dan sekitarnya) dan juga di Timur.  Membicarakan syair syair Rumi adalah membicarakan tentang konsep tunggalnya, tentang cinta. Bukan, bukan hanya c...
Review Buku: Rumi, Syair Cinta untuk Semesta
Buku, Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Buku: Rumi, Syair Cinta untuk Semesta

Saat menerima kiriman buku ini, tak perlu menunggu lama untuk menyantap isi bukunya. Mulai dari covernya hingga halaman pertama terus menyeret saya untuk menelusuri isinya, dan mencari ulasan (pengantar) penulisnya tentang buku ini. Tulisan Afifah Ahmad dalam beberapa waktu ini telah mempengaruhi pikiran saya, bagaimana ia membawa pembacanya untuk menikmati makna dari setiap kalimat yang diungkapkannya. Dan buku ini salah satunya yang menjadi target saya untuk bisa membaca secepatnya. Afifah Ahmad yang saat ini bermukim di negeri para Mullah, telah mengantarnya bersinggungan langsung dengan teks-teks asli syair-syair Rumi dalam Bahasa Persia. Sehingga, semakin membuat buku ini demikian menarik, kajian yang bersumber dari mata air langsung kemudian diulas dengan bahasa yang lebih...
Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi
Buku, Buku Kontemporer, Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Ngaji Rumi: Upaya Membumikan Syair Rumi

“Ngaji Rumi”, sangat jelas bahwa buku karya Afifah Ahmad ini menjadikan Jalaluddin Rumi sebagai objek bahasannya, mulai dari biografi hingga syair-syairnya. Tentu bukan hal mudah untuk bisa menerjemahkan bahkan menafsirkan syair-syair Rumi dari bahasa aslinya, Persia. Pasalnya, tantangan terberat dari menerjemahkan karya sastra adalah sering kali sulit menemukan padanan kata yang sesuai dari bahasa aslinya. Terlebih, karya sastra penuh dengan kalimat metafora, yang kandungan maknanya bisa berarti banyak. Tanpa harus menjadi ahli sastra, siapapun tak bisa menyangkal bahwa Rumi adalah sosok penyair sekaligus sufi legendaris. Meski sudah berlalu 8 abad lebih sejak masa hidupnya, ketenarannya justru makin meluas dan syairnya tak pernah habis untuk dikaji serta dikutip. Coba ...
Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi
Info, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Buku Ngaji Rumi oleh Zuhairi Misrawi

Sejujurnya, saat membaca buku ini hingga khatam, energi positif menyeruak dalam relung jiwa yang terdalam. Hidup ini indah asalkan disertai dengan cinta. Itulah kira-kira pesan utama yang hendak disampaikan buku ini. Saya termasuk kolektor karya-karya Jalaluddin Rumi dalam berbagai bahasa, Arab dan Inggris. Namun, saya sangat sulit untuk memahami Rumi, karena pesan-pesannya yang membutuhkan kejernihan dan kebeningan jiwa untuk memahaminya. Afifah Ahmad dalam buku ini berhasil menjelaskan gagasan Rumi yang dikenal susah itu menjadi renyah, sehingga kita dapat memahami puisi-puisi Rumi secara utuh. Inilah kelebihan utama dari buku yang ditulis oleh aktivis Gus Durian yang sekarang tinggal di Teheran ini. Di tengah hiruk-pikuk nalar fikih yang cenderung hitam-putih, saatnya kita "h...
Review Ngaji Rumi di Koran Tehran Times
Galeri, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi di Koran Tehran Times

TEHRAN – A book on Persian mystic and poet Molana Jalal ad-Din Rumi’s thoughts on women and gender equality has been published in Indonesian. “Rumi’s Book of Love and Sufistic Verses” written by Afifah Ahmad was released by Afkaruna, an Indonesian interdisciplinary journal of Islamic studies, the Iranian Cultural office in Jakarta announced on Saturday. “This book is full of spiritual and intellectual knowledge from a great world legend, Molana Jalal ad-Din Rumi,” the publisher has said. Afifah Ahmad is one of the few Indonesian women who is able to write about Rumi in Indonesian well and captivatingly. The book focuses on the beauty of love and humanity and its dimensions, also mining Rumi’s thoughts on women and gender equality. The publisher has also called on reader...