Rabu, Juni 23

Tag: afifah ahmad

Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad
Resensi Ngaji Rumi

Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad

Oleh: Dr. Dina Y. Sulaeman, Direktur Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES) Saya perlu menyatakan di awal, saya bukan ahli sastra, pun bukan penikmat sastra sejati. Saya lebih menikmati buku-buku politik dibanding puisi. Jadi ini adalah catatan ringan, apa yang terlintas di pikiran setelah membaca buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik” karya Afifah Ahmad yang baru saja diterbitkan oleh penerbit Afkaruna. Kutipan-kutipan kata-kata Rumi sangat dikenal publik. Saya juga kalau sedang ingin “gaya-gayaan,” menyelipkan sebait kata-kata Rumi dalam tulisan saya. Caranya sederhana, buka google, lalu ketik “Rumi quotation” dan keluarlah berbagai artikel semacam, “215 Rumi Quotes on Life, Love and Strength That Will Inspire You.” Tapi kali ini sebuah buku tentang...
Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud

Lukisan Farshician tentang Burung Simorgh yang melambangkan cinta Ghazal kelima kitab "Divan-e Shams" terdiri dari 13 bait, dalam postingan kali ini hanya memuat enam bait pertama. آن شکل بین وان شیوه بین وان قد و خد و دست و پا **  آن رنگ بین وان هنگ بین وان ماه بدر اندر قبا Lihatlah pada bentuk dan rupa, pada tubuh dan wajah, tangan dan kaki Perhatikan warna dan ukuran, pandanglah bulan yang bersembunyi di balik jubah از سرو گویم یا چمن از لاله گویم یا سمن **  از شمع گویم یا لگن یا رقص گل پیش صبا Bagaimana kulukiskan keteduhan pohon rindang atau hijaunya rerumputan, keindahan bunga tulip atau (putihnya) melati Bagaimana kujelaskan kesyahduan lilin bersama cawan atau hembusan angin yang menggerakkan bunga ای عشق چون آتشکده در نق...
Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi
Sanai, Sastrawan Sufistik

Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi

Di Indonesia, nama Hakim Sanai barangkali tidak sepopuler Rumi maupun Athar. Tapi siapa sangka ia begitu kuat memberikan pengaruh pada dua tokoh besar ini. Di kalangan sastrawan Persia, Sanai dikenal sebagai bapak penyair sufistik. Meski sebelumnya telah banyak sufi yang melantunkan pujian kepada Tuhan dengan syair, namun Sanailah yang pertama kali memberikan kerangka dan warna sufistik dalam syair-syair Persia. Jika qasidah, matsnawi, dan ghazal hari ini menemukan bentuknya, salah satunya karena peran Sanai. Hakim Sanai yang memiliki nama lengkap Abul-Majid Majdud bin Adam Ghaznavi lahir di bulan Ordibehest pada penanggalan Persia atau sekitar bulan Mei tahun 1080 Masehi di kota Ghazni, sebuah kawasan di timur Afganistan yang pernah menjadi ...
Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta

Lukisan Farshician tentang Keindahan Semesta ای طایران قدس را عشقت فزوده بال‌ها**  در حلقه سودای تو روحانیان را حال‌ها Duhai Engkau yang dengan segenap cinta memberi sayap pada pejalan Dalam eleksir cintaMu, mereka mereguk cawan spiritual در لا احب الآفلین پاکی ز صورت‌ها یقین**  در دیده‌های غیب بین هر دم ز تو تمثال‌ها Sungguh aku tak ingin memberhalakanMu, karena kuyakin Engkau terlalu agung  dari segala bentuk  Namun, dengan mata hatiku kusaksikan manifestasimu mewujud di setiap waktu افلاک از تو سرنگون خاک از تو چون دریای خون**  ماهت نخوانم ای فزون از ماه‌ها و سال‌ها Semesta akan sirna dan tanah menjadi darah karena keagunganMu Engkau yang tak dapat ditamsilkan dengan rembulan dan tak berdimensi ...
Ghazal Pertama: Hakikat Cinta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Pertama: Hakikat Cinta

Lukisan Farshician yang Berjudul Taali, maksudnya manusia dapat menggapai hakikat cinta Ilahi ای رستخیز ناگهان وی رحمت بی‌منتها   **   ای آتشی افروخته در بیشه اندیشه‌ها Duhai kekasih yang muncul tiba-tiba, yang rahmatnya tiada tara Wahai yang menyalakan pijar api cinta dalam belantara pemikiran امروز خندان آمدی مفتاح زندان آمدی  **   بر مستمندان آمدی چون بخشش و فضل خدا Hari ini, dengan kelembutanmu kau datang dan bawakan kunci pembuka belenggu diri Dengan karunia dan kasih sayang Tuhan, kau tuntun para pencari jalan kesempurnaan خورشید را حاجب تویی اومید را واجب تویی**  مطلب تویی طالب تویی هم منتها هم مبتدا Engkaulah pantulan matahari dan manifestasi segala asa Kaulah awal dan akhir seg...
Mari Jangan Mudah Menghakimi
Telaah

Mari Jangan Mudah Menghakimi

Lukisan Farshician tentang Adalat atau Keadilan Apa yang membuat Bilal bin Rabah terpilih menjadi muadzin Nabi? Suaranya yang indah kah? Atau bacaannya yang fasih? Bagaimana kalau bukan keduanya? Rumi dalam Kitab Matsnawi Maknawi Jilid 3, mengisahkannya untuk kita. Bilal bin Rabah, seorang sahabat kesayangan Nabi yang bukan berasal dari keturunan Arab, sehingga memiliki kendala melafalkan beberapa huruf hijaiyah. Rumi mencontohkan, Bilal mengucapkan huruf “ح” dalam حیّ علی الصلاة  dengan “ه” menjadi هیّ علی الصلاة. Ketika Nabi Muhammad SAW menunjuk Bilal sebagai muadzin, ada sekelompok orang ‘sok tahu’ yang protes kepada Rasul. “Wahai Nabi, kenapa Anda tidak memilih seorang muadzin yang lebih fasih dari Bilal? Ini kan kita sed...
Matahari dalam Cerminan Bulan
Buku, Buku Kontemporer

Matahari dalam Cerminan Bulan

Judul: Khorshid dar Ayen-e Mah Penulis:  Mahmoodreza Esfandiar Penerbit: Nashr Elm (www.elmpub.com) Tehran Cetakan pertama: 1996 Jumlah halaman buku: 386 Buku karya prof Muhammad Esfandiar ini terbagi menjadi tiga Bab. Bagian pertama, mengupas kehidupan Maulana Jalaluddin Rumi dan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan spiritualitas Rumi. Dua tokoh utama, Bahaoddin Walad (ayah Rumi) dan Shams Tabrizi (guru Rumi) dikupas secara mendalam. Penulis tidak hanya menjelaskan kehidupan mereka, tetapi juga bagaimana pengaruh pemikiran kedua tokoh ini dalam karya-karya Rumi. Prof Esfandiar yang juga mengajar secara sorogan dua kitab “Maarif” karya Bahauddin dan “Maghalat-e Shams” karya Shams Tabrizi, memang cukup otoritatif dalam menjelaskan pengaruh ked...
Akibat Mengabaikan Hak Sesama
Telaah

Akibat Mengabaikan Hak Sesama

Lukisan Farshician tentang Penyesalan Jika ada yang menyebutkan ajaran Rumi maupun para guru sufi sangat personal dan tidak menyentuh persoalan sosial, tentu tidak tepat. Meskipun secara fisik mungkin mereka tidak terlibat langsung dalam memimpin sebuah gerakan sosial, tetapi sesungguhnya mereka sedang bergerilya membenahi moral dan karakter masyarakat. Salah satu pesan penting yang selalu diperjuangkan para guru sufi adalah menunaikan hak sesama. Rumi secara tegas, dalam Matsnawi menyebutkan, tidak hanya jiwa seseorang yang berharga, bahkan kita juga diminta berhati-hati untuk tidak menyalahgunakan harta orang lain, karena ia sama berharganya seperti nyawa. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana perjuangan dan kerja keras seseorang untuk meraih rezekinya. ...