Selasa, Juli 23

Tag: afifah ahmad

Kisah Haji Para Perempuan Sufi
Ngaji, Telaah

Kisah Haji Para Perempuan Sufi

Foto: Lukisan Farshician “Kamu sudah berhaji?”, kata salah seorang teman perempuan Irani di sebuah senja saat kembali dari kelas Rumi. “Belum, kamu gimana?”, saya tanya balik. “Ya, saya pernah beberapa kali ke Mekkah, namun perjalanan haji terindah saya setelah mengenal dunia irfan dan tasawuf”, matanya berembun dan kata-katnya bergetar. “Semoga, suatu hari kamu juga bisa ke sana” Saya mengaminkan dengan sepenuh hati. Dulu, saya tidak terlalu memahami perkataan teman saya itu. Belakangan setelah berkenalan dengan pemikiran tasawuf, pelan-pelan mulai kembali mencernanya. Para sufi selalu memaknai ibadah dan ritual agama dengan cara pandang batiniah yang menyentuh relung terdalam manusia. Terdorong oleh rasa ingin tahu tentang bagaimana catatan haji para sufi, terutama sufi per...
Gerakan Semesta adalah Gerakan Cinta
Ghazaliyat, Ngaji

Gerakan Semesta adalah Gerakan Cinta

Angin Musim semi datang hadirkan nyanyian berirama, menebar senyum semesta, mengusap luka di musim lama. Matahari, bulan, dan gemintang seluruhnya bergerak, maka, gerakanlah jiwamu mengiringi semesta. Seluruh partikel dalam dirimu juga bergerak dan berkata:   Jika kau menginginkan jiwa yang gembira. Bergeraklah! Sentuhan kelembutan-Nya, mengubah ular menjadi kawan, menyulap duri dan bunga hidup bersahabat. Baru saja kuncup ruhanimu sedikit mengembang, para penghuni langit sibuk menjulurkan anak tangganya. Berkat kasih-Nya, dengan hanya sedikit tarian spiritual, penduduk langit telah menyambut dengan suka cita. Daun ibarat lisan dan buah-buahan adalah hati, Dorongan yang berangkat dari hati akan mengindahkan lisan. ...
Mengapa Kita Berdoa, Jika Tuhan Tahu Semua Rahasia?
Ngaji

Mengapa Kita Berdoa, Jika Tuhan Tahu Semua Rahasia?

Tuhan berfirman: Meski Aku tahu semua rahasiamu Namun segeralah kau ungkapkan segala keinginanmu (Rumi, Masnawi, jilid 1 bait 60) Dengan mungutip alquran surat Ghafir ayat 60 (Berdoalah kepadaku, maka aku akan mengabulkanmu), Rumi mengingatkan kepada kita, meskipun Tuhan mengetahui segala rahasia kita, tapi tetap mengajak hambanya untuk melafalkan segala hajat yang tersimpan. Mungkin terbersit dalam benak kita, kenapa sih mesti diungkapkan? Menurut Rumi, melalui pengulangan lisan, hati akan menjadi mantap. Mungkin ya, dalam bahasa kekiniannya, kita seperti sedang curhat langsung sama Allah, meski hajat kita belum terkabul, tapi hati kita sudah merasa lega. Doa itu sendiri nutrisi penting bagi ruh, ibarat makan dan minum bagi tubuh. Tapi, seringkali kita hanya berdoa ...
Ngaji Rumi: Antara Diogenes, Rumi, dan Puasa
Ngaji, Tak Berkategori, Telaah

Ngaji Rumi: Antara Diogenes, Rumi, dan Puasa

Seorang lelaki paruh baya dengan pakaian lusuh, menebarkan butiran pasir di atas jembatan yang penuh tumpukan es, sisa salju semalaman. Kondisi jembatan jadi tidak terlalu licin dan orang-orang bisa melintas dengan lebih nyaman. Di lain musim, ia mengambil adukan semen dan pasir untuk menambal lubang-lubang kecil yang meleleh akibat sengatan matahari musim panas. Atau pernah juga saya melihatnya sedang menyapu di pinggiran jembatan. Awalnya, saya mengira lelaki itu adalah petugas kota yang tidak berpakaian seragam. Namun ternyata sehari-hari, ia memang tinggal di sudut jembatan. Di pagi buta, saya pernah memergokinya sedang tertidur lelap bersandar pada sebuah ransel. Hampir tiap hari saya melewati jembatan itu, rute rumah-kampus, membuat saya mulai mengamati sosok lelaki misterius...
Ngaji Rumi: Belajar dari Para Pelukis Yunani
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji

Ngaji Rumi: Belajar dari Para Pelukis Yunani

Alkisah, sekelompok orang China dan Yunani berdebat tentang siapa yang paling mahir dalam melukis. Keduanya saling beradu argumen. Raja yang berkuasa saat itu, menantang kedua kelompok untuk membuktikan perkataan mereka dengan melangsungkan lomba lukis. Lomba diadakan di tempat yang sama, masing-masing peserta menempati ruang yang memiliki pintu saling berhadapan. Mereka bekerja di ruang masing-masing yang disekat oleh tirai.  Para pelukis China mulai mempersiapkan berbagai bahan terbaik, ia miminta pada raja untuk menyediakan seratus warna. Mereka mulai mengeluarkan segala kemahirannya dalam melukis. Sedangkan di kubu pelukis Yunani, tak terlihat pergerakan yang berarti. Mereka hanya sibuk membersihkan dinding kaca dengan seksama. Ketika keduanya telah selesai dengan pekerjaa...
Menemukan Rumi dalam Puisi Sohrab Sepehri
Buku Kontemporer, Ngaji, Sastrawan Sufistik, Tak Berkategori, Telaah

Menemukan Rumi dalam Puisi Sohrab Sepehri

Hidup tidak pernah kosong… ada kasih sayang, ada apel, ada iman. Ya, selama bunga shaghayegh (Anemone) masih merekah hidup akan terus berjalan… (Sohrab, Sepehri) Puisi di atas begitu popular di tengah masyarakat Iran. Nama Sohrab sudah sering saya dengar, bahkan secara tidak sengaja saya pernah juga mengunjungi makamnya yang berada di kota Kashan. Ya, tidak sengaja, karena makamnya memang berada di area komplek seorang ulama yang saat itu saya ziarahi.  Setelah bertahun lamanya, nama Sohrab kembali saya akrabi di kelas “Sastra Kontemporer Persia”. Ketika larik-larik puisinya dibacakan di ruangan, saya merasakan ada yang terhenyak di kedalaman sana. Apalagi, saat mendaras perjalanan hidupnya. “Ah…dia memang bukan penyair biasa”, begitu hati kecil saya bersu...
Mizanul Aqaid, Karya Imam Ghazali yang Terlupakan
Buku, Buku Klasik, Ngaji, Sastrawan Sufistik, Tak Berkategori, Telaah

Mizanul Aqaid, Karya Imam Ghazali yang Terlupakan

Hari-hari terakhir di bulan Azar atau bulan ke 9 dalam penanggalan Iran, kerap membawa debar tersendiri. Langit pucat dan pohon-pohon meranggas berbaur dengan wajah-wajah kelabu para mahasiwa yang sebentar lagi akan menghadapi ujian semester ganjil. Tentu saya pun tak luput dari deraan rasa cemas memandangi tumpukan buku teks dan diktat, sembari mencoba berdamai dengan sinus yang setia menemani selama musim dingin. Di tengah segala kerisauan, sebuah buku bersampul biru muda ini menemani malam-malam saya. Mizanul Aqaid, begitu tertera judul kitab di halaman depan dengan nama penulis Imam Muhammad al-Ghazali. Buku luar biasa yang diberikan oleh orang yang istimewa. Ya, tentu saja istimewa, karena beliau sendiri yang men-tashih dan meneliti naskah kitab ini dari beberapa manuskrip asl...
Mustafa, Menyatukan Umat dengan Cinta
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Mustafa, Menyatukan Umat dengan Cinta

Lukisan Farshician Dalam naungan cahaya Mustafa dendam masa lalu menjadi sirna Ia persaudarakan kaum yang bertikai laksana butiran anggur dalam satu tangkai (Matsnawi, juz 2, bait 3714-3715) Sungguh indah Rumi melukiskan salah satu berkah kehadiran Rasulullah SAW sebagai pemersatu umat. Konteks puisi yang ditulis Rumi dalam kitab Matsnawi ini kembali pada salah satu fase sejarah menjelang hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah. Sejarah mencatat, di Madinah pra Islam, ada dua kabilah terkemuka, yaitu Aus dan Khazraj yang meskipun berasal dari satu rumpun tetapi mereka selalu bertikai dan berperang. Berbagai upaya pernah dilakukan untuk meredakan pertikaian tersebut, tapi tak pernah berhasil. Sampai akhirnya datanglah sosok Rasul mempersaudarakan kembali merek...
Jangan Mendahului Takdir
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Jangan Mendahului Takdir

Alkisah, ada salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang sadang sakit keras, Rasul lalu mengajak para sahabat lain untuk menjenguknya. Dari keterangan orang terdekat, si sakit terus mengaduh dan meraung menahan rasa sakit. Begitu mengetahui Rasul datang, ia berusaha tegar, meski tak dapat menyembunyikan rasa sakitnya. Rasul bertanya kepadanya: “Apakah Anda berdoa sesuatu yang menyebabkan seperti ini?” Setelah mengingat-ingat, akhirnya ia bercerita: “Setelah saya bertaubat dan menjadi pengikut Anda, saya berdoa kepada Tuhan, jika saya berbuat dosa, berilah sangsi di dunia ini agar kelak selamat di akhirat”. Nabi yang mulia kemudian memberikan nasihat kepadanya agar tidak lagi berdoa demikian. Kata Nabi “Mintalah kebaikan di dunia maupun di akhirat”. Kisah ini disampaikan secara pan...