Kamis, Juni 30

Tag: Matsnawi Maknawi

Review Buku Ngaji Rumi oleh Novelis
Buku, Buku Kontemporer, Info, Ngaji, Resensi Ngaji Rumi

Review Buku Ngaji Rumi oleh Novelis

Siapa yang tidak kenal tokoh melegenda bernama Jalaluddin Rumi. Adalah penyair sufi dari Balkh yang karya-karyanya begitu membumi. Selalu dijadikan rujukan dan dikaji tidak hanya oleh para ulama, tapi juga seluruh manusia di dunia.  Berbincang tentang Rumi, sama saja berbincang tentang cinta. Sebab karya-karya Rumi memang identik membahas tentang cinta. Cinta yang sebenarnya. Cinta pada kekasih sejati yakni Sang Maha Pemberi.  Contoh kecil syair Rumi tentang konsep cinta: "Dengarkan bagaimana kisah seruling ini, yang mengaduh rindu karena keterpisahannya." Menurut Jalaluddin Rumi, suara syahdu yang mengalun dari seruling, adalah nyanyian kerinduan sepotong bambu yang terpisah dari rumpunnya. Rumi memaknai filosofi bambu ini sebagai perjalanan hidup manu...
Hidup Lebih Indah karena Misteri Hari Esok
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Hidup Lebih Indah karena Misteri Hari Esok

Alkisah, seorang pemuda datang ke hadapan Nabi Musa AS. Ia ingin sekali diajarkan bahasa binatang. Awalnya Nabi Musa AS menolak karena tidak akan mendatangkan kebaikan kepadanya, bahkan akan merugikannya. Tapi karena pemuda itu terus mendesak, Nabi Musa pun memenuhi permintaanya dengan syarat ia berani menanggung segala resikonya. Singkat cerita, pemuda itu akhirnya mampu berbahasa ayam dan anjing. Suatu pagi, pemuda itu mendengar percakapan anjing dan ayam miliknya. Ayam memprediksi kalau kerbau milik majikannya akan mati, anjing bersorak gembira karena berarti besok ia akan mendapat jatah makanan lebih. Si pemuda itu segera menjual kerbaunya ke pasar agar dia tidak rugi karena kematian kerbaunya. Hari berikutnya, ayam memprediksi kematian budak majikannya. Pemuda itu juga bertind...
Tasawuf, Menemukan Bahagia Saat Sedih Melanda
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Tasawuf, Menemukan Bahagia Saat Sedih Melanda

Suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW sedang berwudlu, datanglah seekor burung elang yang mencuri sepatu beliau dan membawanya terbang. Dari suatu ketinggian, burung elang itu menggerakkan sepatu dan keluarlah ular hitam dari dalamnya. Kemudian burung elang mengembalikan sepatu yang tadi dicurinya. Dengan begitu, Nabi Yang Mulia selamat dari gigitan ular. Cerita ini dimuat di dalam kitab Matsnawi jilid 3, bait ke 3238-3254. Karim Zamani dengan mengutip kitab Ahadits Matsnawi, menyebutkan sumber cerita ini juga terdapat dalam kitab Dalailun Nubuwwah jilid 1 dan Ihyaul Ulum jilid 2. Terlepas dari sanadnya, Rumi sering berpesan kepada pembacanya untuk lebih berfokus kepada batin sebuah cerita.  Berbeda dengan banyak fragmen cerita dalam matsnawi yang sering menyimpan pesan ...
Ngaji Rumi: Luka adalah Pintu Masuk Cahaya
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Ngaji Rumi: Luka adalah Pintu Masuk Cahaya

Sekitar tahun 1998 saya kehilangan passport setelah tidak jadi berangkat ke Syria. Di tahun 2002 saat akan berangkat ke Iran, saya mengajukan permohonan passport baru, tapi berhubung data saya masih ada jadi tidak dikabulkan. Saya harus mengurus surat kehilangan dan berbagai prosedur yang berbelit-belit (pada masa itu ya), padahal saya sudah harus segera berangkat. Saya juga menghubungi lembaga yang dulu akan mengirim saya ke Syria, tapi mereka mengatakan passport itu tidak ada pada mereka. Setelah seharian dengan hati ‘hancur’ gagal menguasahakan pembuatan passport, malamnya saya I’tikaf mengikuti acara doa Nisfu Say’ban di sebuah masjid di Bandung. Di situ lah, saya benar-benar merasa terdesak dan tak mampu melakukan apapun selain mengharap pertolongan Tuhan. Ajaibnya, ...
Matahari dalam Cerminan Bulan
Buku, Buku Kontemporer

Matahari dalam Cerminan Bulan

Judul: Khorshid dar Ayen-e Mah Penulis:  Mahmoodreza Esfandiar Penerbit: Nashr Elm (www.elmpub.com) Tehran Cetakan pertama: 1996 Jumlah halaman buku: 386 Buku karya prof Muhammad Esfandiar ini terbagi menjadi tiga Bab. Bagian pertama, mengupas kehidupan Maulana Jalaluddin Rumi dan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan spiritualitas Rumi. Dua tokoh utama, Bahaoddin Walad (ayah Rumi) dan Shams Tabrizi (guru Rumi) dikupas secara mendalam. Penulis tidak hanya menjelaskan kehidupan mereka, tetapi juga bagaimana pengaruh pemikiran kedua tokoh ini dalam karya-karya Rumi. Prof Esfandiar yang juga mengajar secara sorogan dua kitab “Maarif” karya Bahauddin dan “Maghalat-e Shams” karya Shams Tabrizi, memang cukup otoritatif dalam menjelaskan pengaruh ked...