Kamis, Juni 24

Tag: ngajirumi

Akibat Mengabaikan Hak Sesama
Telaah

Akibat Mengabaikan Hak Sesama

Lukisan Farshician tentang Penyesalan Jika ada yang menyebutkan ajaran Rumi maupun para guru sufi sangat personal dan tidak menyentuh persoalan sosial, tentu tidak tepat. Meskipun secara fisik mungkin mereka tidak terlibat langsung dalam memimpin sebuah gerakan sosial, tetapi sesungguhnya mereka sedang bergerilya membenahi moral dan karakter masyarakat. Salah satu pesan penting yang selalu diperjuangkan para guru sufi adalah menunaikan hak sesama. Rumi secara tegas, dalam Matsnawi menyebutkan, tidak hanya jiwa seseorang yang berharga, bahkan kita juga diminta berhati-hati untuk tidak menyalahgunakan harta orang lain, karena ia sama berharganya seperti nyawa. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana perjuangan dan kerja keras seseorang untuk meraih rezekinya. ...
Perempuan dalam Lingkaran Rumi
Buku, Buku Kontemporer

Perempuan dalam Lingkaran Rumi

Awal Oktober 2018, saya mengikuti acara diskusi buku yang mengupas karya-karya terbaru tentang Rumi di sentra book city, Tehran. Tampil menjadi salah seorang narasumber, Azam Naderi, penulis perempuan yang juga pemerhati karya Rumi. Ia menanggapi secara kritis buku-buku mengenai Rumi yang lebih banyak menggunakan perspektif maskulin. Kehadiran para perempuan dalam lingkaran Rumi nyaris tak terdengar. Kalaupun ada, hanya sebatas pelengkap cerita, kiprahnya tak dihadirkan secara utuh. Setahun kemudian, saya menemukan buku berjudul “Kehadiran Perempuan dalam Literatur Tasawuf” yang sedikit banyak menjawab kegelisahan di atas. Buku yang ditulis oleh Zahra Thahiri dari hasil disertasinya ini menjadi salah satu karya yang menghembuskan angin segar bagi para pengkaji masalah perempua...
Tuhan, Engkaulah Musim Semi
Ngaji

Tuhan, Engkaulah Musim Semi

Lukisan Farshician tentang Keindahan Alam تو بهاری ما چو باغ سبز خوش او نهان و آشکارا بخششش Tuhan, Engkaulah musim semi dan kami bak taman-taman yang indahMusim semi tak dapat diraba, namun kehadirannya begitu terasa تو چو جانی ما مثال دست و پا قبض و بسط دست از جان شد روا Engkau seumpama ruh dan kami ibarat kaki tanganRuhlah yang menggerakkan kaki dan tangan تو چو عقلی ما مثال این زبان این زبان از عقل دارد این بیان Engkaulah kecerdasan dan kami serupa lidahLidah bicara lantaran perintah akal تو مثال شادی و ما خنده‌ایم که نتیجهٔ شادی فرخنده‌ایم Engkau laksana kebahagiaan dan kami senyumanSenyum adalah buah kebahagiaan جنبش ما هر دمی خود اشهدست که گواه ذوالجلال سرمدست Setiap gerak kami adalah bukti kehadiranMu, Duhai Tuhan yang M...
Hanya Lelaki Cerdas yang Memuliakan Perempuan
Telaah

Hanya Lelaki Cerdas yang Memuliakan Perempuan

Lukisan Farshician tentang Perempuan sebagai Awal Kehidupan Nabi pernah berpesan: Perempuan akan berjaya (mulia) di hadapan lelaki cerdas Sebaliknya, lelaki pandir akan mendominasi perempuan dengan watak dogma (Matsnawi Rumi Jilid 1, bait 2433 dan 2434) Dalam bait di atas, Rumi menjelaskan sebuah potongan riwayat tentang perbedaan lelaki cerdas dan pandir dari bagaimana mereka memposisikan perempuan. Para lelaki keren akan memberikan kesempatan dan ruang kepada para perempuan di sekitarnya, terutama pasangan untuk terus bertumbuh, melakukan me time, dan mencerdaskan diri. Sebaliknya, lelaki terbelakang hanya melihat pasangannya sebagai barang kepemilikian, ia merasa berhak mengatur dan medominasinya. Hanya menyuguhkan riwayat tentang kewajiban dan larangan, semen...
Rumi dan Kelahiran Kedua
Telaah

Rumi dan Kelahiran Kedua

Lukisan Farshician tentang Pertemuan Rumi dan Shams Tabrizi Setelah kepergian sang ayah dan gurunya, selama lima tahun Rumi melanjutkan tradisi mengajar ilmu-ilmu keislaman, seperti: fiqih dan tasawuf yang masih bercorak zahid. Setiap hari banyak pelajar agama yang datang mengelilingi majlis Rumi untuk mendengarkan petuah keagamaan. Bahkan, tidak sedikit mereka yang datang untuk meminta fatwa darinya. Saat itu Rumi dikenal sebagai guru agama, sampai akhirnya Shams Tabrizi datang dalam kehidupannya. (Esfandiar: hal 42-43).  Catatan sejarah menuliskan, Shams Tabrizi yang memiliki nama lengkap Shamsoddin Mohammad bin Ali bin Malakdad, memasuki kota Konya pada tanggal 26 Jumadil Akhir tahun 642 hijriah atau bertepatan dengan 30 November 1244. Sebuah tonggak sejarah yang...