Kamis, Januari 15

Refleksi Haul Rumi: Tulisan Baru di Media Indonesia

Cerita Perjalanan Sebuah Tulisan

Sudah tiga tahun ini, saya mencoba merutinkan menulis catatan di hari menjelang Haul Rumi yang diperingati setiap tanggal 19 Desember. Namun, saya merasa tulisan kali ini punya perjalanan spiritualnya sendiri. 

Tanggal 3 November, ketika Tim Nuralwala menghubungi saya dan menawarkan beberapa tema untuk mengisi kelas Rumi, saya langsung tertarik mengambil tema “Rumi dan Lingkungan” Saya merasa, di bagian ini perlu banyak belajar lagi.

Saya pun mulai membuka lagi kitab Matsnawi dan mencari syiar Rumi yang punya relasi langsung dengan isu lingkungan. Sebenarnya, prinsip-prinsip kuncinya sudah saya temukan dan saya tulis di buku “Ngaji Rumi” meskipun saat itu masih perlu pengembangan.

Beberapa hari menjelang kelas Rumi, ndilalah kami dihampiri oleh seorang Prof ahli lingkungan perairan dari Unhas, Makassar yang sedang ada agenda di Turki dan Iran. Lalu kepadanyalah saya banyak berguru soal isu-isu lingkungan terkini.

Tanggal 27 November, Kamis malam, saya berdiskusi dengan teman-teman di kelas Rumi. Pertanyaan sekaligus pernyataan teman-teman sangat menarik dan memperluas wawasan saya. 

Puncaknya, di akhir November juga, bencana alam menyapa tanah Sumatra yang membuat kita semua berduka. Pada sisi lain juga menyelipkan sebuah tekad kuat untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang relasi kita dengan lingkungan. 

Dan, akhirnya lahirlah tulisan ini, setelah melewati perjalanannya sendiri, yang dititipkan melalaui para “nafahah’ (meminjam istilah Rumi) yang diutus semesta untuk sampai pada pembacanya. Dengan segala keterbatasan saya dalam menulis, silahkan membacanya. Semoga tulisan sederhana ini menjadi upaya kecil untuk belajar mencintai bumi. 

Tulisan lengkapnya bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *