Kamis, Januari 15

Buku

Kritik Rumi terhadap Pemimpin Zalim
Buku, Matsnawi, Ngaji, Sastrawan Sufistik, Telaah

Kritik Rumi terhadap Pemimpin Zalim

Selama ini Rumi kerap dibaca sebagai penyair cinta ilahi dan pengalaman mistik personal. Namun pembacaan yang lebih cermat atas Masnawi memperlihatkan sisi lain yang tak banyak diketahui yang membuktikan bahwa Rumi adalah seorang sufi progresif. Sosok yang peka terhadap persoalan sosial dan berani melontarkan kritik tajam terhadap kekuasaan yang menyimpang. Ia tidak memisahkan jalan spiritual dari tanggung jawab sosial. Kezaliman: Menggali Lubang bagi Diri Sendiri Rumi memulai kritiknya dengan metafora yang sederhana namun menghantam: kezaliman menciptakan kegelapan. Ia menegaskan bahwa penindasan bukanlah kemenangan, melainkan proses menghancurkan diri sendiri secara perlahan. «چاه مظلم گشت ظلم ظالمان اين جنين گفتند جمله عالمان هركه ظالم تر چهش يا هول تر عدل فرمودست بدتر...
Refleksi Haul Rumi: Tulisan Baru di Media Indonesia
Buku, Galeri, Info, Ngaji, Sastrawan Sufistik

Refleksi Haul Rumi: Tulisan Baru di Media Indonesia

Cerita Perjalanan Sebuah Tulisan Sudah tiga tahun ini, saya mencoba merutinkan menulis catatan di hari menjelang Haul Rumi yang diperingati setiap tanggal 19 Desember. Namun, saya merasa tulisan kali ini punya perjalanan spiritualnya sendiri.  Tanggal 3 November, ketika Tim Nuralwala menghubungi saya dan menawarkan beberapa tema untuk mengisi kelas Rumi, saya langsung tertarik mengambil tema “Rumi dan Lingkungan” Saya merasa, di bagian ini perlu banyak belajar lagi. Saya pun mulai membuka lagi kitab Matsnawi dan mencari syiar Rumi yang punya relasi langsung dengan isu lingkungan. Sebenarnya, prinsip-prinsip kuncinya sudah saya temukan dan saya tulis di buku “Ngaji Rumi” meskipun saat itu masih perlu pengembangan. Beberapa hari menjelang kelas Rumi, ndilalah kami dihampiri ...
Kelas Nuralwala: Hidup Bersama Rumi
Buku, Buku Kontemporer, Galeri, Info, Sastrawan Sufistik

Kelas Nuralwala: Hidup Bersama Rumi

KELAS HIDUP BERSAMA RUMI* Dalam empat pertemuan penuh makna, mari kita menyelami cinta, tauhid, melejitkan empati, dan kebijaksanaan hidup bersama para pembicara yang telah lama menekuni warisan intelektual dan spiritual sang penyair sufi besar. Setiap Kamis 19.30 – 21.00 WIB Zoom Meeting Infak: Rp.250.000 (untuk 4 sesi + rekaman) Link Pendaftaran: https://s.id/KelasHidupBersamaRumi HP: 081284623778 Rangkaian Sesi: Sesi 1 | 27 November 2025 Afifah Ahmad Tema: *Rumi dan Ekoteologi* Sesi 2 | 04 Desember 2025 Muhammad Nur Jabir, MA  Tema: *Menyelami Makna Tauhid Bersama Rumi* Sesi 3 | 11 Desember 2025 Ammar Fauzi, Ph.D  Tema: *Rumi dan Jiwa Merdeka: Suara Cinta untuk Palestina* Sesi 4 | 18 Desember 2025 Dr. Haidar Bagir  ...
Suka Duka adalah Tamu Pembawa Pesan
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Sastrawan Sufistik, Telaah

Suka Duka adalah Tamu Pembawa Pesan

Foto: Koleksi Pribadi هر دَمی فکری چو مهمانِ عزیز / آید اندر سینه ات هر روز نیز فکر را ای جان به جای شخص دان / زآنکه شخص از فکر دارد قدر و جان فکرِ غم گر راهِ شادی می زند / کارسازی هایِ شادی می کند خانه می روید به تُندی او ز غیر / تا درآید شادیِ تو ز اصلِ خیر می فشاند برگِ زرد از شاخِ دل / تا بروید برگِ سبز مُتّصِل می کنَد بیخِ سُرورِ کهنه را / تا خرامَد ذوقِ نو از ماورا غم کنَد بیخِ کژِ پوسیده را / تا نماید بیخِ رُو پوشیده را غم ز دل هر چه بریزد یا بَرَد / در عِوَض حقّا که بهتر آورد خاصه آن را که یقینش باشد این / که بُوَد غم بندۀ اهلِ یقین گر تُرُش رُویی نیارَد ابر و برق / رز بسوزد از تبسّم هایِ شرق سعد و نحس اندر دلت مهمان شود / چون ستاره خانه خانه می رود آن زمان که او مُقیمِ بُرجِ توست / باش همچون طالعش شیرین و چُست تا که با مَه چون شود او مُتّ...
Apresiasi “Ngaji Rumi” oleh Penulis Malaysia
Buku, Buku Kontemporer, Resensi Ngaji Rumi, Telaah

Apresiasi “Ngaji Rumi” oleh Penulis Malaysia

Pesan Rumi tentang kedamaian DALAM literatur tradisi klasik Islam kaya subur dengan pesan-pesan kemanusiaan dan kedamaian. Sayangnya umat hari ini terus leka untuk menyerap kefahaman tersebut. Kita boleh temukan banyak pesan-pesan kedamaian dalam karya-karya para ulama, filsuf dan sufi sejati. Salah satunya dari ulama sufi, Jalaluddin Rumi. Banyak yang boleh kita pelajari dari tokoh sufistik ini. Lebih-lebih lagi mengenai konflik peperangan dan kemanusiaan yang berlaku dunia pada hari ini. Seorang penekun karya Rumi, Afifah Ahmad yang berada di Iran tekun menulis mengenai puisi Rumi dengan penuh dimensi yang luas. Bukunya ngaji Rumi ini adalah percikan puisi-puisi asal Rumi sekali gus mengetuk kita untuk kembali mengingati dan menyebarluaskan kekayaan literatur klasik Islam. Khusu...
Ngaji Rumi: Mengapa Kita Perlu Berbagi Ilmu?
Buku, Buku Kontemporer, Telaah

Ngaji Rumi: Mengapa Kita Perlu Berbagi Ilmu?

Ada satu masa, kadang saya lama tidak menuliskan catatan Ngaji Rumi karena merasa kalau apa yang saya ketahui masih sangat terbatas. Namun, belakangan setelah saya menemukan Ghazal Rumi ini, semangat saya kembali berangsur membaik. Meskipun kadang masih berbenturan dengan pembagian waktu. Terus terang, saya terkejut menjumpai tiga bait penutup Ghazal ke-2 Rumi dalam kitab “Ghazalliyat Shams Tabrizi” ini. Biasanya, Rumi menutup Ghazal dengan meminta kita untuk hening, tapi dalam ghazal ini, Rumi justeru menjelaskan pentingnya menggunakan potensi “berbahasa” dalam diri kita. *** Sukhan itu air kehidupan yang dianugerahkan Tuhan secara laduni Jangan kau mengabaikannya, karena ia mendorong amal baik Penyimak yang bijak, mampu memetik ribuan hikmah dari sedikit kata Sebaliknya...
Mari Menjemput Nafahat
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Telaah

Mari Menjemput Nafahat

Nabi bersabda: Nafahat Ilahi hari-hari ini datang silih berganti. Tajamkan pandangan dan lembutkan jiwamu, sambutlah nafahat yang berharga ini. Nafahat akan datang, menyapamu, lalu hilang. Ia memberkati siapa saja yang dikehendaki lalu pergi. Nafahat lain akan datang, sadarilah! Jangan sampai terlewatkan, Kawan! Nafahat ini punya daya gerak surgawi, bukan gerak duniawi. (Rumi, Matsnawi jilid 1, bait 1951-1956) Apakah “Nafahat” yang dimaksud Rumi dalam puisi di atas? Sebagian penafsir menyebutkan “Nafahat” adalah orang-orang bijak yang diutus ke bumi untuk membangunkan fitrah manusia menuju jalan cahaya. Mereka datang silih berganti sepanjang masa memenuhi bumi dengan cinta dan kasih-Nya. Ada juga yang menafsirkan “Nafahat” sebagai embusan Ilahi yang ditebarkan ke...
Resensi Buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik”
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Resensi Ngaji Rumi

Resensi Buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik”

Penulis Resensi: Isti Toq’ah (Fouder Pandaiindonesia dan Penggerak Gusdurian Jakarta) Pembukaan: Relasi Kesalingan, Bukan Relasi Kuasa Buku ini terdiri dari enam bagian di mana bagian pembuka yang merupakan prolog dari K.H. Husein Muhammad sangat menarik ternyata Rumi mengamini kesetaraan gender yang sering kali dengan gopoh atau terburu-buru oleh mereka yang tidak paham kerap dihakimi hanya merupakan kiriman asing dari Barat. Konsep mubadalah atau relasi kesalingan menjadi jawaban bagi kekerasan yang sering terjadi akibat relasi kuasa. Kesalingan atau relasi yang resiprokal dengan timbal balik dua arah merupakan hubungan yang sehat dan tidak merasa lebih superior di salah satu pihaknya. Rumi menguatkan bahwa laki-laki bukanlah polisi moral bagi perempuan, malahan meminta u...
Mengapa Harus Membaca Majalis Sab’ah?
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Telaah

Mengapa Harus Membaca Majalis Sab’ah?

Kitab ini memuat tujuh khotbah dengan porsi yang berbeda-beda di tiap khotbahnya. Khotbah pertama memuat porsi yang cukup besar, nyaris setengah isi buku. Karena itulah, sebagai penerjemah, saya berinisiatif untuk memberikan judul-judul kecil dengan niat untuk memudahkan pembacaan. Selain itu, saya juga membubuhkan catatan kaki untuk menjelaskan beberapa diksi dan istilah yang barangkali belum populer di kalangan pembaca Indonesia. Lalu, apa keunggulan kitab ini, bukankah puncak pemikiran Rumi terangkum dalam kitab Matsnawî Ma’nawî serta Divan-e Shams? Pertama, barangkali memang benar, dua kitab tersebut merupakan hasil akhir dari perjalanan Rumi. Namun yang perlu diingat, hasil itu tidak akan pernah ada tanpa melalui proses yang panjang. Kitab ini, bisa menjadi salah satu car...
Resensi Buku Ngaji Rumi: Ringan dan Asik Dibaca
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Resensi Ngaji Rumi, Sastrawan Sufistik, Telaah

Resensi Buku Ngaji Rumi: Ringan dan Asik Dibaca

Dalam kajian tasawuf, nama Rumi adalah salah tokoh yang lekat dengan syair-syair sufistiknya. Banyak yang mengagumi keindahan syair-syair Rumi terutama karena kedalaman maknanya. Salah satu buku yang mengkaji syair-syair Maulana Jalaluddin Rumi adalah buku karya Afifah Ahmad yang berjudul, Kitab Cinta dan Ayat-ayat Sufistik. Buku terbitan Afkaruna.id ini berjumlah 223 halaman dengan menyajikan 6 tema di dalamnya. Penulis tidak banyak mengenal syair-syair Rumi kecuali sedikit saja karena begitu banyak dikutip terutama oleh agamawan. Maka buku ini menjadi semacam langkah awal untuk kelak mengenal Rumi dan karyanya lebih jauh. Afifah Ahmad, seorang penulis perempuan yang telah lama menetap di Iran, menjadikan kitab Tafsir Matsnawi Ma’nawi karya Karim Zamani sebagai rujukan utama untuk m...