Minggu, November 30

Tag: Jalaluddin Rumi

Mengapa Harus Membaca Majalis Sab’ah?
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Telaah

Mengapa Harus Membaca Majalis Sab’ah?

Kitab ini memuat tujuh khotbah dengan porsi yang berbeda-beda di tiap khotbahnya. Khotbah pertama memuat porsi yang cukup besar, nyaris setengah isi buku. Karena itulah, sebagai penerjemah, saya berinisiatif untuk memberikan judul-judul kecil dengan niat untuk memudahkan pembacaan. Selain itu, saya juga membubuhkan catatan kaki untuk menjelaskan beberapa diksi dan istilah yang barangkali belum populer di kalangan pembaca Indonesia. Lalu, apa keunggulan kitab ini, bukankah puncak pemikiran Rumi terangkum dalam kitab Matsnawî Ma’nawî serta Divan-e Shams? Pertama, barangkali memang benar, dua kitab tersebut merupakan hasil akhir dari perjalanan Rumi. Namun yang perlu diingat, hasil itu tidak akan pernah ada tanpa melalui proses yang panjang. Kitab ini, bisa menjadi salah satu car...
Resensi Buku Ngaji Rumi: Ringan dan Asik Dibaca
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji, Resensi Ngaji Rumi, Sastrawan Sufistik, Telaah

Resensi Buku Ngaji Rumi: Ringan dan Asik Dibaca

Dalam kajian tasawuf, nama Rumi adalah salah tokoh yang lekat dengan syair-syair sufistiknya. Banyak yang mengagumi keindahan syair-syair Rumi terutama karena kedalaman maknanya. Salah satu buku yang mengkaji syair-syair Maulana Jalaluddin Rumi adalah buku karya Afifah Ahmad yang berjudul, Kitab Cinta dan Ayat-ayat Sufistik. Buku terbitan Afkaruna.id ini berjumlah 223 halaman dengan menyajikan 6 tema di dalamnya. Penulis tidak banyak mengenal syair-syair Rumi kecuali sedikit saja karena begitu banyak dikutip terutama oleh agamawan. Maka buku ini menjadi semacam langkah awal untuk kelak mengenal Rumi dan karyanya lebih jauh. Afifah Ahmad, seorang penulis perempuan yang telah lama menetap di Iran, menjadikan kitab Tafsir Matsnawi Ma’nawi karya Karim Zamani sebagai rujukan utama untuk m...
Buku Terjemahan Terbaru Rumi “Majalis Sab’ah” Sudah Bisa Dipesan
Buku, Buku Kontemporer, Galeri, Info, Telaah

Buku Terjemahan Terbaru Rumi “Majalis Sab’ah” Sudah Bisa Dipesan

Alhamdulillah… Pagi ini mendapatkan kabar baik. Akhirnya, buku karya Rumi “Majalis Sab’ah” sudah dapat dipesan. Silahkan hubungi Turos Pustaka Sebagian cerita di balik penerjemahan buku ini, pernah sedikit saya spill, tapi sebenarnya ada bagian penting yang belum saya share. Saya mulai menerjemahkan kitab “Majalis” ini bersamaan dengan datangnya bulan Puasa. Malam-malam Ramadhan yang syahdu memberikan spirit tersendiri bagi saya. Hari-hari itu juga, saya tidak banyak keluar rumah dan menghindari pertemuan dan keramaian. Saya menepi sejenak, sebagai salah satu ikhtiar agar dapat mencerna dan menerjemahkan kitab “Majalis” secara lebih jernih. Meskipun mungkin saya sudah tidak asing dengan dunia kepenulisan, namun ternyata menerjemahkan buku adalah suatu yang sama sekali berbeda d...
Buku Terjemahan Majalis Sab’ah Karya Rumi Segera Terbit
Buku, Buku Kontemporer, Galeri, Info, Ngaji

Buku Terjemahan Majalis Sab’ah Karya Rumi Segera Terbit

Hi, teman-teman. Beginilah penampakan kafer  buku “Majalis Sab’ah” yang merupakan keputusan akhir dari tim penerbit Turos. Terima kasih sekali kepada yang sudah memberikan urun rembuk. Mohon doanya, jika tidak ada halangan, buku ini sudah bisa teman-teman miliki di bulan Agustus nanti. *** Ada yang penasaran dengan isi buku ini? Hm…Saya spil tipis-tipis aja dulu ya sebagai pengantar sampai nanti bukunya benar-benar terbit. Majalis Sab’ah yang dalam bahasa Arab berarti tujuh majlis, berisi kumpulan khutbah-khutbah Maulana Jalaluddin Rumi. Tentu ini bukan khutbah biasa, ada munajat yang indah, bertaburan kisah, diselipkan juga puisi-puisi yang penuh motivasi. Dan yang terpenting, di buku ini terangkum pemikiran orisinalitas Rumi. Banyak sekali sebenarnya yang ingin saya tuli...
Gerakan Semesta adalah Gerakan Cinta
Ghazaliyat, Ngaji

Gerakan Semesta adalah Gerakan Cinta

Angin Musim semi datang hadirkan nyanyian berirama, menebar senyum semesta, mengusap luka di musim lama. Matahari, bulan, dan gemintang seluruhnya bergerak, maka, gerakanlah jiwamu mengiringi semesta. Seluruh partikel dalam dirimu juga bergerak dan berkata:   Jika kau menginginkan jiwa yang gembira. Bergeraklah! Sentuhan kelembutan-Nya, mengubah ular menjadi kawan, menyulap duri dan bunga hidup bersahabat. Baru saja kuncup ruhanimu sedikit mengembang, para penghuni langit sibuk menjulurkan anak tangganya. Berkat kasih-Nya, dengan hanya sedikit tarian spiritual, penduduk langit telah menyambut dengan suka cita. Daun ibarat lisan dan buah-buahan adalah hati, Dorongan yang berangkat dari hati akan mengindahkan lisan. Ghazal 19...
Ngaji Rumi: Antara Diogenes, Rumi, dan Puasa
Ngaji, Tak Berkategori, Telaah

Ngaji Rumi: Antara Diogenes, Rumi, dan Puasa

Seorang lelaki paruh baya dengan pakaian lusuh, menebarkan butiran pasir di atas jembatan yang penuh tumpukan es, sisa salju semalaman. Kondisi jembatan jadi tidak terlalu licin dan orang-orang bisa melintas dengan lebih nyaman. Di lain musim, ia mengambil adukan semen dan pasir untuk menambal lubang-lubang kecil yang meleleh akibat sengatan matahari musim panas. Atau pernah juga saya melihatnya sedang menyapu di pinggiran jembatan. Awalnya, saya mengira lelaki itu adalah petugas kota yang tidak berpakaian seragam. Namun ternyata sehari-hari, ia memang tinggal di sudut jembatan. Di pagi buta, saya pernah memergokinya sedang tertidur lelap bersandar pada sebuah ransel. Hampir tiap hari saya melewati jembatan itu, rute rumah-kampus, membuat saya mulai mengamati sosok lelaki misterius ini....
Ngaji Rumi: Belajar dari Para Pelukis Yunani
Buku, Buku Kontemporer, Matsnawi, Ngaji

Ngaji Rumi: Belajar dari Para Pelukis Yunani

Alkisah, sekelompok orang China dan Yunani berdebat tentang siapa yang paling mahir dalam melukis. Keduanya saling beradu argumen. Raja yang berkuasa saat itu, menantang kedua kelompok untuk membuktikan perkataan mereka dengan melangsungkan lomba lukis. Lomba diadakan di tempat yang sama, masing-masing peserta menempati ruang yang memiliki pintu saling berhadapan. Mereka bekerja di ruang masing-masing yang disekat oleh tirai.  Para pelukis China mulai mempersiapkan berbagai bahan terbaik, ia miminta pada raja untuk menyediakan seratus warna. Mereka mulai mengeluarkan segala kemahirannya dalam melukis. Sedangkan di kubu pelukis Yunani, tak terlihat pergerakan yang berarti. Mereka hanya sibuk membersihkan dinding kaca dengan seksama. Ketika keduanya telah selesai dengan pekerjaannya,...
Menemukan Rumi dalam Puisi Sohrab Sepehri
Buku Kontemporer, Ngaji, Sastrawan Sufistik, Tak Berkategori, Telaah

Menemukan Rumi dalam Puisi Sohrab Sepehri

Hidup tidak pernah kosong… ada kasih sayang, ada apel, ada iman. Ya, selama bunga shaghayegh (Anemone) masih merekah hidup akan terus berjalan… (Sohrab, Sepehri) Puisi di atas begitu popular di tengah masyarakat Iran. Nama Sohrab sudah sering saya dengar, bahkan secara tidak sengaja saya pernah juga mengunjungi makamnya yang berada di kota Kashan. Ya, tidak sengaja, karena makamnya memang berada di area komplek seorang ulama yang saat itu saya ziarahi.  Setelah bertahun lamanya, nama Sohrab kembali saya akrabi di kelas “Sastra Kontemporer Persia”. Ketika larik-larik puisinya dibacakan di ruangan, saya merasakan ada yang terhenyak di kedalaman sana. Apalagi, saat mendaras perjalanan hidupnya. “Ah…dia memang bukan penyair biasa”, begitu hati kecil saya bersuara.&...
Mustafa, Menyatukan Umat dengan Cinta
Matsnawi, Ngaji, Telaah

Mustafa, Menyatukan Umat dengan Cinta

Lukisan Farshician Dalam naungan cahaya Mustafa dendam masa lalu menjadi sirna Ia persaudarakan kaum yang bertikai laksana butiran anggur dalam satu tangkai (Matsnawi, juz 2, bait 3714-3715) Sungguh indah Rumi melukiskan salah satu berkah kehadiran Rasulullah SAW sebagai pemersatu umat. Konteks puisi yang ditulis Rumi dalam kitab Matsnawi ini kembali pada salah satu fase sejarah menjelang hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah. Sejarah mencatat, di Madinah pra Islam, ada dua kabilah terkemuka, yaitu Aus dan Khazraj yang meskipun berasal dari satu rumpun tetapi mereka selalu bertikai dan berperang. Berbagai upaya pernah dilakukan untuk meredakan pertikaian tersebut, tapi tak pernah berhasil. Sampai akhirnya datanglah sosok Rasul mempersaudarakan kembali mereka yan...