Kamis, Januari 15

Tag: afifah ahmad

Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal 44: Keluasan Kasih Tuhan

در دو جهان لطیف و خوش همچو امیر ما کجا  **  ابروی او گره نشد گر چه که دید صد خطا Di dua dunia ini, adakah yang lebih indah dan penyayang dari-Nya, duhai Amir-ku Ratusan khilaf dan dosa yang kuperbuat, tak membuat-Nya kecewa dan marah چشم گشا و رو نگر جرم بیار و خو نگر **  خوی چو آب جو نگر جمله طراوت و صفا Bukalah mata hatimu dan rasakan cinta-Nya, saat kau khilaf bagaimana Ia mendekapmu Ia yang mengampuni dosa-dosa hambanya, laksana mata air yang jernih dan sejuk من ز سلام گرم او آب شدم ز شرم او **   وز سخنان نرم او آب شوند سنگ‌ها Kehangatan sapaan-Nya telah membuat-ku begitu malu dan tak berdaya Andai aku batu mungkin akan melunak karena kelembutan tutur-Nya زهر به پیش او ببر تا کندش به از شکر  *...
Review Ngaji Rumi oleh Budhy Munawar Rachman
Buku, Info, Resensi Ngaji Rumi

Review Ngaji Rumi oleh Budhy Munawar Rachman

Judul Buku: Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-ayat Sufistik Penulis: Afifah Ahmad Penerbit: Afkaruna, April 2021 Tebal: 228 halaman Hari ini saya membaca lagi Rumi. Saya membaca buku barunya Afifah Ahmad,  yang keren, yakni “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik”. Setelah mengajar 3 semester dalam kelas yang berbeda-beda tentang filsafat Rumi di STF Driyarkara dan STFT Jakarta, saya semakin yakin, Rumi bisa menjadi guru spiritual dalam menjalani dan memaknai hari-hari kehidupan kita. Maulana Jalaluddin Rumi dikenal sebagai seorang pujangga cinta. Rumi adalah salah satu tokoh yang sangat populer di dunia Islam. Melalui puisi dan syair dia mengungkapkan dengan segala kekaguman diri akan hakikat cinta. Syair dan puisinya dapat menghangatkan hati yang terluka, mengh...
Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad
Resensi Ngaji Rumi

Ngaji Rumi: Catatan Ringan atas Buku Karya Afifah Ahmad

Oleh: Dr. Dina Y. Sulaeman, Direktur Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES) Saya perlu menyatakan di awal, saya bukan ahli sastra, pun bukan penikmat sastra sejati. Saya lebih menikmati buku-buku politik dibanding puisi. Jadi ini adalah catatan ringan, apa yang terlintas di pikiran setelah membaca buku “Ngaji Rumi: Kitab Cinta dan Ayat-Ayat Sufistik” karya Afifah Ahmad yang baru saja diterbitkan oleh penerbit Afkaruna. Kutipan-kutipan kata-kata Rumi sangat dikenal publik. Saya juga kalau sedang ingin “gaya-gayaan,” menyelipkan sebait kata-kata Rumi dalam tulisan saya. Caranya sederhana, buka google, lalu ketik “Rumi quotation” dan keluarlah berbagai artikel semacam, “215 Rumi Quotes on Life, Love and Strength That Will Inspire You.” Tapi kali ini sebuah buku tentang Rumi...
Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kelima: Wahdatus Syuhud

Lukisan Farshician tentang Burung Simorgh yang melambangkan cinta Ghazal kelima kitab "Divan-e Shams" terdiri dari 13 bait, dalam postingan kali ini hanya memuat enam bait pertama. آن شکل بین وان شیوه بین وان قد و خد و دست و پا **  آن رنگ بین وان هنگ بین وان ماه بدر اندر قبا Lihatlah pada bentuk dan rupa, pada tubuh dan wajah, tangan dan kaki Perhatikan warna dan ukuran, pandanglah bulan yang bersembunyi di balik jubah از سرو گویم یا چمن از لاله گویم یا سمن **  از شمع گویم یا لگن یا رقص گل پیش صبا Bagaimana kulukiskan keteduhan pohon rindang atau hijaunya rerumputan, keindahan bunga tulip atau (putihnya) melati Bagaimana kujelaskan kesyahduan lilin bersama cawan atau hembusan angin yang menggerakkan bunga ای عشق چون آتشکده در نقش و ص...
Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi
Sanai, Sastrawan Sufistik

Mengenal Hakim Sanai:Penyair Sufi yang Memberi Pengaruh pada Rumi

Di Indonesia, nama Hakim Sanai barangkali tidak sepopuler Rumi maupun Athar. Tapi siapa sangka ia begitu kuat memberikan pengaruh pada dua tokoh besar ini. Di kalangan sastrawan Persia, Sanai dikenal sebagai bapak penyair sufistik. Meski sebelumnya telah banyak sufi yang melantunkan pujian kepada Tuhan dengan syair, namun Sanailah yang pertama kali memberikan kerangka dan warna sufistik dalam syair-syair Persia. Jika qasidah, matsnawi, dan ghazal hari ini menemukan bentuknya, salah satunya karena peran Sanai. Hakim Sanai yang memiliki nama lengkap Abul-Majid Majdud bin Adam Ghaznavi lahir di bulan Ordibehest pada penanggalan Persia atau sekitar bulan Mei tahun 1080 Masehi di kota Ghazni, sebuah kawasan di timur Afganistan yang pernah menjadi pusat...
Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Kedua: Pengaruh Cinta pada Semesta

Lukisan Farshician tentang Keindahan Semesta ای طایران قدس را عشقت فزوده بال‌ها**  در حلقه سودای تو روحانیان را حال‌ها Duhai Engkau yang dengan segenap cinta memberi sayap pada pejalan Dalam eleksir cintaMu, mereka mereguk cawan spiritual در لا احب الآفلین پاکی ز صورت‌ها یقین**  در دیده‌های غیب بین هر دم ز تو تمثال‌ها Sungguh aku tak ingin menyekutukan-Mu, karena kuyakin Engkau terlalu agung  dari segala bentuk  Namun, dengan mata hatiku kusaksikan manifestasimu mewujud di setiap waktu افلاک از تو سرنگون خاک از تو چون دریای خون**  ماهت نخوانم ای فزون از ماه‌ها و سال‌ها Semesta akan sirna dan tanah menjadi darah karena keagunganMu Engkau yang tak dapat ditamsilkan dengan rembulan dan tak berdimensi کوه ا...
Ghazal Pertama: Hakikat Cinta
Ghazaliyat, Ngaji

Ghazal Pertama: Hakikat Cinta

Lukisan Farshician yang Berjudul Taali, maksudnya manusia dapat menggapai hakikat cinta Ilahi ای رستخیز ناگهان وی رحمت بی‌منتها   **   ای آتشی افروخته در بیشه اندیشه‌ها Duhai kekasih yang muncul tiba-tiba, yang rahmatnya tiada tara Wahai yang menyalakan pijar api cinta dalam belantara pemikiran امروز خندان آمدی مفتاح زندان آمدی  **   بر مستمندان آمدی چون بخشش و فضل خدا Hari ini, dengan kelembutanmu kau datang dan bawakan kunci pembuka belenggu diri Dengan karunia dan kasih sayang Tuhan, kau tuntun para pencari jalan kesempurnaan خورشید را حاجب تویی اومید را واجب تویی**  مطلب تویی طالب تویی هم منتها هم مبتدا Engkaulah pantulan matahari dan manifestasi segala asa Kaulah awal dan akhir sega...
Mari Jangan Mudah Menghakimi
Telaah

Mari Jangan Mudah Menghakimi

Lukisan Farshician tentang Adalat atau Keadilan Apa yang membuat Bilal bin Rabah terpilih menjadi muadzin Nabi? Suaranya yang indah kah? Atau bacaannya yang fasih? Bagaimana kalau bukan keduanya? Rumi dalam Kitab Matsnawi Maknawi Jilid 3, mengisahkannya untuk kita. Bilal bin Rabah, seorang sahabat kesayangan Nabi yang bukan berasal dari keturunan Arab, sehingga memiliki kendala melafalkan beberapa huruf hijaiyah. Rumi mencontohkan, Bilal mengucapkan huruf “ح” dalam حیّ علی الصلاة  dengan “ه” menjadi هیّ علی الصلاة. Ketika Nabi Muhammad SAW menunjuk Bilal sebagai muadzin, ada sekelompok orang ‘sok tahu’ yang protes kepada Rasul. “Wahai Nabi, kenapa Anda tidak memilih seorang muadzin yang lebih fasih dari Bilal? Ini kan kita seda...